Immobilier

5 Bantuan untuk Orang Tua Lansia di Rumah yang Sering Tidak Disadari

Alain
Alain
septembre 25, 2026 5 min
Personne agee assise dans fauteuil recevant assistance d'un soignant

Ibu atau ayah Anda semakin tua dan tinggal di rumah, dan Anda bertanya-tanya bagaimana cara meringankan biaya untuk perawatan di rumah. Kabar baiknya: ada beberapa bantuan keuangan dari pemerintah yang sering diabaikan keluarga karena kurangnya informasi yang jelas. Menurut berbagai riset, antara 30 hingga 40 persen lansia yang berhak mendapat bantuan tidak pernah mengajukannya, hanya karena mereka tidak tahu bahwa bantuan itu ada.

Tingginya angka ketidaktahuan ini merugikan: ratusan ribu rupiah setiap bulan yang bisa digunakan untuk membayar jasa perawat rumah, renovasi kamar mandi, atau instalasi layanan telepon darurat lansia. Berikut lima bantuan nyata, yang sering tertutup oleh bantuan yang lebih terkenal seperti PKH, yang patut diperiksa tanpa menunggu lagi.

Mengapa banyak bantuan yang tidak diketahui keluarga

Kompleksitas administrasi menjelaskan sebagian besar masalahnya. Antara Kementerian Sosial, Dinas Sosial daerah, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan, setiap instansi mengelola program tersendiri dengan kriteria sumber daya dan tingkat ketergantungan sendiri. Hasilnya: seorang lansia bisa memenuhi syarat tiga bantuan berbeda tanpa ada petugas kesehatan yang menginformasikan secara spontan.

Bantuan tidak pernah berjalan otomatis. Harus dibuat berkas permohonan, kadang ke beberapa tempat sekaligus, yang membuat banyak keluarga putus asa karena sudah sibuk dengan pengaturan kehidupan sehari-hari. Diketahui juga bahwa ada cuti khusus untuk membantu orang tua lansia dalam kehidupan sehari-hari untuk meringankan beban para pendamping.

Bantuan 1: PKH Komponen Lansia (Kementerian Sosial RI)

PKH komponen lansia adalah bantuan sosial bersyarat dari Kementerian Sosial RI untuk keluarga miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Lansia menjadi salah satu komponen kesejahteraan dalam satu keluarga penerima manfaat (KPM), dengan prioritas khusus untuk lansia berusia 70 tahun ke atas.

Bantuan ini diberikan kepada keluarga dalam satu Kartu Keluarga, bukan langsung ke lansia. Dalam praktiknya, banyak lansia hanya tahu mereka « dapat uang bansos » tanpa memahami bahwa itu bagian dari PKH komponen lansia. Besaran bantuan sekitar Rp 2.400.000 per tahun per lansia, dicairkan empat kali setahun (triwulan), masing-masing sekitar Rp 600.000. Dana masuk ke rekening yang ditentukan kemudian diambil oleh keluarga. Permintaan dapat dilakukan melalui Dinas Sosial kabupaten atau kota setempat.

Bantuan 2: Bantuan Sosial Lansia Terlantar (Pusat dan Daerah)

Bantuan sosial untuk lansia terlantar atau yang hidup sendiri disediakan berdasarkan regulasi kesejahteraan lansia di tingkat pusat dan daerah. Program ini difokuskan pada lansia 60 tahun ke atas yang tidak memiliki sumber penghasilan atau dukungan keluarga yang memadai.

Bantuan dapat berupa uang tunai, paket sembako, atau layanan sosial lainnya sesuai kebutuhan. Kelurahan setempat atau Dinas Sosial dapat mengarahkan proses pendaftaran, biasanya melalui penilaian kondisi sosial ekonomi. Banyak lansia hanya menerima bantuan tanpa mengetahui nama program atau sumbernya dengan jelas.

Bantuan 3: Kartu Kesehatan Ibu Hamil dan Keluarga Miskin (KIS) dan Layanan Kesehatan Lansia

Lansia dari keluarga miskin berhak mendapat akses kesehatan gratis melalui berbagai program pemerintah, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan pemeriksaan khusus yang biayanya ditanggung. Program kesehatan masyarakat di Puskesmas menyediakan skrining kesehatan lansia secara berkala, sering kali tanpa biaya.

Cek ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui program pemeriksaan kesehatan lansia gratis mana yang tersedia di wilayah Anda, serta bantuan alat kesehatan atau obat-obatan bersubsidi untuk lansia dengan penyakit kronis.

Bantuan 4: Adaptasi Rumah dan Perbaikan Lingkungan Hidup

Renovasi rumah untuk lansia, seperti perbaikan kamar mandi, instalasi pegangan tangan, atau penjalan yang aman, sering memerlukan biaya besar. Pemerintah daerah atau program pemberdayaan masyarakat terkadang menyediakan dana untuk perbaikan rumah lansia, terutama mereka yang kategori miskin atau rentan.

Permintaan dapat diajukan melalui Dinas Sosial atau Dinas Pekerjaan Umum kabupaten/kota. Satu berkas permohonan dengan perkiraan biaya dan foto kondisi rumah dapat meningkatkan peluang persetujuan. Bantuan semacam ini jarang diketahui karena tidak dipromosikan secara luas oleh pemerintah daerah.

Bantuan Lembaga Pemberi Kelompok Sasaran
PKH Komponen Lansia Kementerian Sosial RI Keluarga miskin, lansia 60+ (prioritas 70+)
Bantuan Lansia Terlantar Dinas Sosial Daerah Lansia 60+ tanpa dukungan keluarga
Program Kesehatan Lansia Puskesmas / Dinas Kesehatan Lansia semua kalangan
Adaptasi Rumah Dinas Sosial / PUPR Daerah Lansia miskin dan rentan
Layanan Telepon Darurat Dinas Sosial / Organisasi Lokal Lansia yang hidup sendiri

Bantuan 5: Layanan Telepon Darurat dan Monitoring Kesehatan untuk Lansia Terisolasi

Beberapa daerah menyediakan layanan telepon darurat atau sistem monitoring kesehatan untuk lansia yang tinggal sendiri atau yang membutuhkan pengawasan khusus. Layanan ini memungkinkan lansia menghubungi pusat bantuan dalam situasi darurat atau kesulitan, yang kemudian dapat mengirim bantuan atau menginformasikan keluarga.

Beberapa organisasi lokal atau dinas sosial mengelola program semacam ini dengan biaya gratis atau terjangkau. Cek ke kantor kelurahan atau Dinas Sosial setempat untuk mengetahui apakah layanan ini tersedia di daerah Anda. Banyak lansia tidak tahu bahwa layanan ini bisa diakses atau bahkan gratis.

Hal yang jangan lupa: lansia dalam situasi ekonomi sangat sulit, tanpa penghasilan tetap, bisa mengajukan permohonan bantuan sosial darurat atau program bantuan tunai dari pemerintah daerah. Bantuan ini dapat dikombinasikan dengan PKH dan program lainnya, tetapi lebih baik dikonfirmasi terlebih dahulu ke Dinas Sosial setempat sebelum mengajukan beberapa berkas sekaligus.

Cara Memverifikasi Hak dan Mengajukan Permohonan

Setiap bantuan bergantung pada lembaga yang berbeda, yang menjelaskan mengapa begitu banyak permohonan terhenti di tahap niat saja. Untuk PKH komponen lansia dan bantuan sosial lansia terlantar, Dinas Sosial kabupaten atau kota adalah kontak pertama. Untuk perbaikan rumah, layanan kesehatan lansia, atau program monitoring, Dinas Kesehatan atau Dinas Sosial setempat dapat mengarahkan proses pengajuan.

Kantor kelurahan setempat, yang sering dianggap remeh, umumnya mengetahui seluruh program sosial lokal dan dapat menunjukkan ke tempat yang tepat dalam satu kunjungan. Untuk program khusus apa pun, lebih baik mengajukan permohonan sedari dini ketika lansia masih mampu mengurus berkas, daripada menunggu situasi darurat di mana semua menjadi terburu-buru dan tidak terorganisir.

Bagikan artikel ini
Alain
Ditulis oleh

Alain

Blogueur spécialisé en immobilier et business
Alain partage son expertise en immobilier et entrepreneuriat à travers des articles pratiques et des conseils pour développer son activité. Il accompagne ses lecteurs dans leurs projets d'investissement et de création d'entreprise avec une approche basée sur l'expérience.
4,6/5 (22 votes)

Baca juga

Laisser un commentaire —

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont indiqués avec *